Selasa, 18 September 2018

materi cerita bab 1


Cerita 1:
Pembunuhan Airangga

Cerita ini belum dikembangkan dengan sempurna. 

Airangga anak Pak Karsa meninggal. Ia ditemukan teas tergantung di rumahnya. Bukan, bukan karena mengakhiri hidupnya sendiri. Ia mati terbunuh. Terbunuh oleh tetangganya.

Pak Karsa dan istri, menangis sedih. Elama ini Rangga disekolahkan tinggi tinggi hingga sarjana, di bantu untuk kerja di kantor walikota hingga habi berjuta-juta. Kini tergeletak tak berdaya, tak bernyawa.

Para warga datang berkunjung ke rumah duka. Tapia apa daya, Pak Karsa gila, Bu Karsa, ahh jangan bertanya. Bu Karsa baru menyusul putranya. Tak tahan dengan kerasnya hidup membuat Bu Karsa menghadap Tuhannya.

Para warga riuh, bingung menyalahkan siapa. Hanya diam-diam menaruh curiga pada Ngadimin.
Ngadimin mantan tetangga Pak Karsa, selama ini gemar bergosip mengenai Airangga. Mungkin Ngadimin kecewa karena anaknya tak menjadi pegawai di kantor walikota, meski lulus tesnya. Ngadimin marah besar, tapi mau ngamuk pada siapa. Tes pegawainya tak melalui BKN. Ya namanya juga pegawai sementara. Alhasil Ngadimin hanya dapat melapor Mbah Kusuma.

Mbah Kusuma dulunya penjual tahu di Pasar Kota. Kiosnya kecil dan jarang di lirik oleh nona-nona pernah muda, namun berkat mimpi suatu malam mbah kusuma menerima wangsit untuk beralih profesi. Dan treng treng treng Mbah Kusuma si tukang tahu kini menjelma menjadi dukun serba tahu. Serba penyakit ia tahu obatnya, orang hilang ia tahu mencarinya, kini ia mulai tahu ilmu ilmu garis keras (Teluh, susuk, pellet dan santet) semua ia tahu mantranya.

Ngadimin yang terluka hatinya, hendak mencari tahu apa sebab anaknya ditolak menjadi pegawai sementara. Tanpa berpanjang cerita, tersebutlah satu nama. Airangga, anak Pak Karsa, berkulit putih, hidung bangir, bermata sayu, tinggi 170, pendidikan terakhir ssarjana ilmu sosial kampus ternama diluar kota.

Ngadimin marah, anaknya memang sarjana juga tapi kampus negeri biasa. Ngadimin kecewa pada pemerintah, pada presiden, pada DPR dan MPR, pada MA dan MK.

Ssejak hari itu Ngadimin dendam ssakali. Ia tak meminta mbah Kusuma mengeluarkan jurus apa-apa.  Bukan karena tak mau tapi ia tahu itu dosa. Jadilah Ngadimin sendiri yang mengeluarkan jurus sakti. Menulis status dengan bumbu tambahan dari mbah Google agar terlihat pintar. Status disebarkan dan cerita Ngadimin viral. Birokasi dibenahi dan bully di mulai. Orang-orang seperti Airangga disebut jendela lovers. Dan para jendela lovers merupakan korban terempuk pada dunia baru. Dari FB hingga IG, bahkan di akun ML pun mereka dibully.

Bahkan ada warga yang terang-terangan menghina Bu Karsa, ketika belanja di warung Yu Jum. Bu Karsa hanya bisa membantah, toh bahkan orang yang membunuh tetap tidak akan disebut tersangka sampai pengadilan memutuskan. Siapa yang dapat membuktikan bahwa Airangga lewat jendela. Dukun tahu itu? Atau Ngadimin yang sekarang viral dan pindah ke kota?

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar