Cerita
1:
Pembunuhan
Airangga
Cerita ini belum dikembangkan dengan
sempurna.
Pak Karsa dan istri,
menangis sedih. Elama ini Rangga disekolahkan tinggi tinggi hingga sarjana, di
bantu untuk kerja di kantor walikota hingga habi berjuta-juta. Kini tergeletak
tak berdaya, tak bernyawa.
Para warga datang
berkunjung ke rumah duka. Tapia apa daya, Pak Karsa gila, Bu Karsa, ahh jangan
bertanya. Bu Karsa baru menyusul putranya. Tak tahan dengan kerasnya hidup
membuat Bu Karsa menghadap Tuhannya.
Para warga riuh,
bingung menyalahkan siapa. Hanya diam-diam menaruh curiga pada Ngadimin.
Ngadimin mantan
tetangga Pak Karsa, selama ini gemar bergosip mengenai Airangga. Mungkin
Ngadimin kecewa karena anaknya tak menjadi pegawai di kantor walikota, meski
lulus tesnya. Ngadimin marah besar, tapi mau ngamuk pada siapa. Tes pegawainya
tak melalui BKN. Ya namanya juga pegawai sementara. Alhasil Ngadimin hanya
dapat melapor Mbah Kusuma.
Mbah Kusuma dulunya
penjual tahu di Pasar Kota. Kiosnya kecil dan jarang di lirik oleh nona-nona pernah muda, namun berkat
mimpi suatu malam mbah kusuma menerima wangsit untuk beralih profesi. Dan treng
treng treng Mbah Kusuma si tukang tahu kini menjelma menjadi dukun serba tahu. Serba
penyakit ia tahu obatnya, orang hilang ia tahu mencarinya, kini ia mulai tahu
ilmu ilmu garis keras (Teluh, susuk, pellet dan santet) semua ia tahu
mantranya.
Ngadimin yang terluka
hatinya, hendak mencari tahu apa sebab anaknya ditolak menjadi pegawai sementara.
Tanpa berpanjang cerita, tersebutlah satu nama. Airangga, anak Pak Karsa,
berkulit putih, hidung bangir, bermata sayu, tinggi 170, pendidikan terakhir
ssarjana ilmu sosial kampus ternama diluar kota.
Ngadimin marah, anaknya
memang sarjana juga tapi kampus negeri biasa. Ngadimin kecewa pada pemerintah,
pada presiden, pada DPR dan MPR, pada MA dan MK.
Ssejak hari itu Ngadimin
dendam ssakali. Ia tak meminta mbah Kusuma mengeluarkan jurus apa-apa. Bukan karena tak mau tapi ia tahu itu dosa. Jadilah
Ngadimin sendiri yang mengeluarkan jurus sakti. Menulis status dengan bumbu
tambahan dari mbah Google agar terlihat pintar. Status disebarkan dan cerita
Ngadimin viral. Birokasi dibenahi dan bully di mulai. Orang-orang seperti
Airangga disebut jendela lovers. Dan para jendela lovers merupakan korban
terempuk pada dunia baru. Dari FB hingga IG, bahkan di akun ML pun mereka dibully.
Bahkan ada warga yang
terang-terangan menghina Bu Karsa, ketika belanja di warung Yu Jum. Bu Karsa
hanya bisa membantah, toh bahkan orang yang membunuh tetap tidak akan disebut
tersangka sampai pengadilan memutuskan. Siapa yang dapat membuktikan bahwa
Airangga lewat jendela. Dukun tahu itu? Atau Ngadimin yang sekarang viral dan
pindah ke kota?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar