saya
Kita berusaha memperbaiki karena bagi saya sebaik-baiknya orang adalah dia yang memperbaiki taraf kehidupannya, tanpa pernah menyesal sekalipun terhadap apa yang telah diberikan tuhan kepadanya. P enyesalan bagi saya untuk apa karenatuhan tuhan telah memberikan rahmat kepada apapun didunia ini, walau itu kotoran sekalipun. Coba bayangkan jika dalam waktu sebulan kita tidak menguarkan kotoran dari tubuh sungguh aneh dan tidak mungkin. Pertama ini bukan ceramah mingguan pagi, tapi sebenarnya ini adalah kehidupan yang tak pernah saya syukuri. Dan bolehkah kini saya berbagi, terkadang saya menyesal kenapa saya tak mau mensyukuri saat saya masih mampu berdiri.
Anugrah, selalu tuhan berikan tapi selalu ada saja yang tidak mensyukuri termasuk saya pada waktu itu. Karena mungkin ingin lebih, lebih tampan, lebih rupawan, lebih kaya dan ingin lebih apapun segala-galanya. Seorang tua pernah menasehati saya tapi seiring waktu itu tetap berlalu.
"Kau tahu Tan, ada yang lebih menyenangkan dibanding harta dan wanita"
"Apa itu "
"kau akan tahu nanti"
Kata-kata itulah yang selalu saya pikirkan dulu dan setelah jauh terlupa saya baru mengetahui artinya. Saat itu krisis melanda termasuk perusahaan saya.saya bankrut saya miskin dan seperti orang baru miskin kebanyakan saya salahkan tuhan saya caci tuhan. Tapi itu sepertinya percuma karena tuhan malah memberi lagi kesialan istri saya lari,lari tak tahan.
"aku tak tahan dengan kamu abang. aku meminta cerai
"oke kalo itu mau kamu aku ceraikan kamu. sana pulang kerumah orang tua kamu bawa ini baju semua, bawa semua dan jangan memperlihatkan wajah mu itu"
Perempuan itu menangis menangis tak tahan bersedih mungkin marah . Waktu itu saya kehilangan segala-galanya dan hampir saya putuskan untuk bunuh diri. Tapi bila saya takut dengan yang namanya mati, saya cari saja kematian yang tak menyakitkan dan menyeramkan. Saya beli semua obat nyamuk, saya beli tai dari yang kecil hingga besar namun semua tetap cara menyakitkan untuk wafat. Dari situlah saya sadar bahwa saya egois saya selalu ingin lebih dan terlalu penakut, saya terlalu lemah namun mengaku dapat menopang langit.
Tuhan memang baik saya diberikan kesadaran sebelum nyawa di tenggorokan lepas, oleh itu saya berjanji akan memberikan ini kepada siapa saja yang saya temui dimana dan kapan saja.
Manusia itu penakut. Takut mati, takut miskin, takut hidup.Tapi mereka ingin jadi penakluk, penakluk setan, penakluk ular, penakluk gunung dan ada yang jadi penakluk mati.
"saya percaya ada manusia seperti itu dan begitu memang kita begitu kan nak"
"ya, apa dulu anda begitu "
" saya begitu dulu,dan itu akan jadi kenangan terindah bagi saya"
"kenapa apa anda type penakluk"
"pertamanya tapi sebenarnya saya penakut"
"pak boleh saya tanya apa beda penakut dan penakluk"
"hahaha penakluk itu bisa jadi penakut tapi penakut tak akan bisa jadi penakluk karena itu tadi..."
"dia takut"
hari itu berakhir dengan tawa kami berdua, anak tu anak baik dia selalu datang tanpa diundang atupun dijemput. dia juga merupakan pencerita yang baik dan pendengar setia. Benar pendengar setia karena hanya dia yang mau benar-benar bicara dengan saya.
"saya suka di saat bapak bercerita, penuh emosi" saya tahu dia akan mengatakan hal sama pada semua pencerita. tapi itulah dia dan inilah saya. saya bisa menilainya dan ia pun sama bukan
Kita tak bisa selalu mengecap orang bukan karena setiap orang akan selalu berubah seperti bunglon manusia berubah tergantung lingkunan seperti kata pak guru saya kau akan kecipratan wangi jika sering bergaul dengan tukang minyak wangi namun akan ikut rugi jika berteman dengn penjudi.
dari apriya
suatu siang ketakutan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar