inilah saya hidup dalam suatu hal yang tak perlu lagi disesalkan karena penyesalan atas keputusan itu bodoh untuk apa menyesali hal yang telah lewat dan berdiam diri lebih baik kita berusaha memperbaiki karena bagi saya sebaik-baiknya orang adalah dia yang memperbaiki taraf kehidupannya tanpa pernah menyesal sekalipun terhadap apa yang telah diberikan tuhan kepadanya karena saya meyakini bahwa tuhan memberikan rahmat kepada apapun didunia ini walau itu kotoran sekalipun, coba bayangkan jika dalam waktu sebulan kita tidak menguarkan kotoran hufh apa jadinya kita.
anugrah itu selalu tuhan berukan tapi kita saja yang tidak mensyukuri karena kita ingin lebih, lebih cantik, lebih kaya dan lebih segala-galanya hingga saat kita dalam suatu masalah kecil saja kita akan putus asa, bunuh diri, sekarang coba pikir apa dengan bunuh diri semua selesai nggak kita akan menambah masalah di alam sana alam yang selana ini tak mau kita bayangkan hufh terkadang saya bingung kepada diri saya misalnya saat menerima pengumuman kelulusan saya panik dan beberapa hari sebelumnya terbesit untuk bunuh diri untungnya saya adalah tipikal orang takut mati dan belum siap mati untungnya berkata orang tua saya lulus tak lulus bukan masalah yang menjadi masalah jika kamu membunuh atau bunuh diri nah itu adalah masalah yang membuat kami malu mendengar itu saya jadi tak takut dan berani meskipun agak takut tapi saya percaya bahwa ini bukan akhir dunia begitu pula sekarang saat sasya terancam kebangkrutan apa yang mesti saya takutkan takut miskin saya sudah biasa miskin takut dicerai istri karena miskin malah bagus saya berarti dapat menyingkirkan istri yang lebih mencintai dunianya daripada akherat untuk apa memimpin suatu yang tak dapat dipimpin.
saya dicerai tak apa bukan jodoh tapi saat saya bertemu lagi dengan dia dia berbeda sudah jadi ibu pejabat rupanya sedikit malu saat dia dengan sombongnya bertanya sudah kerja dimana dan minta kartu nama saya saya berikan saja kartu nama saya lalu saya pergi tak saya hiraukan lagi teriakannya yang menggil nama saya
mungkin dia memanggil karena tercengang melihat pekerjaan saya yang sudah berhasil dibidang industri walau dulu sempat gagal hingga ditinggalkan