Senin, 26 November 2018

puisi

1.
mana berani aku bicara,
saat kata berubah jadi senjata.
mana berani aku mengeluh,
saat keluh bisa membuat gaduh.
mana berani aku menangis,
saat tangis dianggap mengemis.
mana berani aku berbisik.
karena bisik membuatnya terusik.


2.
banyak orang menjadi penyanggah,
dimedia maya banyak profesor dan ahli agama.
banyak orang menjadi penengah,
padahal sebagian dari mereka orang yang kalah.
banyak orang jadi petani,
menebar bibit benci ditanah maya.


3.
hukum pidana tak bisa apa apa.
hanya menjerat kecoa tua.
sedang tikus lari dan bekarya.