bila raga dan jiwa terpisah akankah kau masih kekal akan pendirianmu apakah kau masih mau hidup terlaknat seperti itu dan selalu begitu akankah mampu mulutmu berkata yang sama saat kau tingalkan jasad yang kau bangga jasad yang tak seberapa jasad yang lebih kau cintai ketimbang tuhanmu jasad yang kau pamerkan kepada pacarmu yang kau tunjukan padanya tanpa rasa malu jasad yang lebih sering kau rawat ketimbang kitab tua penyelamat yang kau biarkan kering berdebu biar termakan kutu katamu dengan tawa indah yang kini tak kau punya karena tawa itu kini hanyya pekik jerit yang hanya didengar hewan yang kau tendang sedang pacarmu ah pacarmu ia telah mendapatkan penggantimu yang jauh lebih darimu lebih indah dan menawan setiap lekukan darimu ibumu kemana ibumu ibu yang kau sia-siakan ibu yang tak kau cintai namun mencintaimu kuharap ia melupakanmu karena perbuatan laknatmu yang menyebabkannya terbarinng namun bukan terbaring kaku selayaknya dirimu ia sakit sakit akan lakumu sakit melihatmu yang telah berubah kau tidak seperti anak kesayangannya yang selalu ia banggakan pada tetangga pada sanak saudara kau kini tak berguna apa yang dapat kau lakukan ketika kini jasadmu telah terpisah dari badan apa apa yang dapat ku lakukan jerit tangismu sudah tak mempan apa apa sesal hahaha kenapa harus sekarang kemana saja kau selama jasad dan ragamu belum memencar kau tak bisa menyalahkan pacar ayah dan ibumu itu pilihanmu itu jalan hidupmu yang telah kau tentukan salahkan dirimu ya ini salahmu salahmu salaaaaaaaahhhhmmmmmmmmmmuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!